Masih Rewel Soal Kontrak, MU Diminta Tendang De Gea dan Pogba

Masih Rewel Soal Kontrak, MU Diminta Tendang De Gea dan Pogba

Masih Rewel Soal Kontrak, MU Diminta Tendang De Gea dan Pogba

Berita Bola, Sebuah saran diberikan Jamie Carragher kepada manajemen Manchester United. Legenda Liverpool itu percaya Setan Merah harus berani menendang keluar Paul Pogba dan David De Gea jika kedua pemain itu masih rewel dengan kontrak mereka.

Baik Pogba dan De Gea sudah menjadi pemain kunci di Manchester United musim ini. Namun kontrak keduanya di Old Trafford sudah mulai mendekati akhirnya, di mana kontrak De Gea berakhir di tahun 2020 sementara kontrak Pogba berakhir di tahun 2021.

Sejauh ini pihak MU sudah menawarkan kontrak baru bagi keduanya. Namun kedua pemain ini dikabarkan menolak tawaran itu karena mereka menuntut gaji yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan manajemen Setan Merah.

Carragher sendiri menilai United harus berani bertindak tegas jika kedua pemain ini terus mempermainkan kontrak mereka. “Saya rasa ada beberapa pemain United seperti De Gea yang bermain-main dengan kontraknya dan Pogba juga sama,”buka Carragher kepada Sky Sports.

Carragher meyakini bahwa United bukanlah klub kacangan yang bisa dipermainkan oleh pemainnya, sehingga mereka harus tegas dalam menghadapi situasi kontrak kedua pemain tersebut.

“Ada beberapa anggapan yang mengatakan bahwa pemain-pemain ini tidak boleh meninggalkan klub jika mereka tidak ingin klub ini hancur di kemudian hari.”

Baca Juga : Alisson Tegaskan Bahwa Liverpool Sedang Tak Tertekan

“Namun yang kita bicarakan saat ini adalah Manchester United, salah satu klub terbesar di dunia. Mereka harus membuat keputusan yang jelas dan kembali ke hakikat mereka sebagai sebuah klub besar.”

Carragher mengakui bahwa baik Pogba dan De Gea sudah berkontribusi besar bagi United selama ini. Namun ia menegaskan masih ada banyak pemain yang bisa menggantikan peran keduanya di skuat MU saat ini.

“Mereka bisa mencari pemain lain. Mereka adalah Manchester United, dan semua orang tidak lupa bahwa mereka adalah klub besar dan memiliki kuasa yang besar pula.”

“Mereka tidak boleh membiarkan diri mereka didikte oleh pemain-pemain itu untuk masalah kontrak. Jika mereka menunjukkan sikap yang buruk, maka mereka tidak boleh ragu menyingkirkan para pemain itu.” tandasnya