Aksi Penolakan Kepa Dinilai Menodai Otoritas Sarri

Aksi Penolakan Kepa Dinilai Menodai Otoritas Sarri

Aksi Penolakan Kepa Dinilai Menodai Otoritas Sarri

Berita Bola, Eks manajer Chelsea Ruud Gullit menilai aksi Kepa Arrizabalaga yang menolak untuk ditarik keluar menodai otoritas seorang Maurizio Sarri.

Kepa sebelumnya akan diganti oleh Sarri saat laga antara Chelsea kontra Manchester City di final Carabao Cup akan berlannjut ke babak adu penalti. Sebelum itu, kiper asal Spanyol tersebut sempat mengalami kram usai menepis bola hasil tendangan Sergio Aguero.

Kepa kemudian dengan tegas menolak untuk ditarik keluar. Ia tak mau berjalan keluar lapangan dan tetap berdiri di depan gawangnya.

Perdebatan jarak jauh antara Kepa dengan Sarri serta Gianfranco Zola itu berlangsung beberapa saat. Pada akhirnya kiper termahal di dunia itu tetap bermain dan Willy Caballero tak jadi bermain.

Gullit mengaku ia tidak tahu apa yang terjadi saat itu. Namun yang jelas, ia melihat apa yang dilakukan oleh Kepa saat itu terlihat negatif dari kacamata penonton.

“Saya pikir ia ingin menariknya keluar karena ia menginginkan seorang penjaga gawang yang mengenal para pemain Manchester City,” ujar Gullit pada BBC Sport.

Baca Juga : Sarri Sendiri Mengaku Tak Tahu Arti dari Sarriball

“Saya pikir sang kiper, karena ia cedera, merasa mereka ingin menggantikannya karena cedera. Itu sebabnya ia mengatakan ‘tidak, tidak, saya baik-baik saja’,” tuturnya.

“Pada saat itu saya tidak tahu apakah seseorang datang kepadanya dan berkata ‘lihat, ada alasan untuk ini’. Tapi ia menolak untuk keluar dan saya pikir itu menodai manajer dan otoritasnya,” cetusnya.

Gullit kemudian ditanya akan seperti apa reaksinya jika ia berada di posisi Sarri. Legenda timnas Belanda ini pun menjawab: “Anda akan menjadi gila.”

“Setelah beberapa saat ia harus menerima kenyataan bahwa ia [Kepa] tidak ingin diganti. Itu gila,” serunya.

“Ia harus tetap berada di sana dan mengatakan Anda harus keluar sekarang,” tandasnya.