Salah Sempat Egois, Klopp: Itu Tidak Serakah dan Normal Saja

Salah Sempat Egois, Klopp: Itu Tidak Serakah dan Normal Saja

Salah Sempat Egois, Klopp: Itu Tidak Serakah dan Normal Saja

Berita Bola, Manajer Liverpool Jurgen Klopp tak mau mengkritik keputusan Mohamed Salah yang tak mau membagi bola pada Daniel Sturridge saat lawan Tottenham.

Liverpool tampil solid saat bermain di markas sementara Tottenham di Stadion Wembley. Mereka berhasil menang tipis 2-1.

Sejatinya Liverpool memiliki lebih banyak peluang kala itu dan bisa mengakhiri laga dengan selisih gol lebih besar. Sayangnya hal itu tak terjadi karena pengambilan keputusan yang kurang tepat dari para pemain depan The Reds.

Salah satu yang menonjol adalah momen di saat Salah berhasil menusuk masuk kotak penalti di babak kedua. Meski ada Sturridge yang berdiri bebas kala itu, ia memilih tak mengumpankan bola dan malah menendang sendiri bola itu meski pada akhirnya lawan berhasil melakukan blok.

Momen itu membuat Klopp marah-marah di pinggir lapangan. Ia tampak kesal pemain asal Mesir itu tak mau memberikan umpan pada Sturridge

Baca Juga : Klopp Ungkap Alasan Tak Jadikan Henderson Starter

Meski sempat terlihat marah-marah, akan tetapi Klopp mengatakan bahwa ia tak ada masalah dengan Salah, atau pun pemain lainnya. Ia menganggap yang terjadi itu adalah hal yang biasa, meskipun ia tetap meminta mereka untuk lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Ini tidak serakah, itu benar-benar sebuah adaptasi normal terhadap situasi yang ada,” ucapnya seperti dilansir Sportsmole.

“Saya ingin mereka mencoba untuk mencetak gol dan mendorong mereka untuk terus melakukannya, tetapi ada saat-saat ketika mereka harus memberikan umpan,” sambung Klopp.

“Ada satu situasi ketika sebuah umpan akan jadi lebih baik. Semua yang lain benar-benar baik. Ini normal karena mereka ingin mencetak gol dan mereka terbiasa mencetak gol dalam situasi seperti itu,” tegasnya.

Klopp sendiri berharap para fans atau orang lain tak mengkritik timnya seenaknya terutama lini serangnya. Sebab meskipun mereka tak bisa mencetak gol, mereka tetap bisa membantu tim dengan cara lain.

“Hanya ketika mereka menembak dan meleset kita mengatakan ‘kamu meleset’. Hidup sangat mudah ketika Anda cuma sekedar menonton!” ketusnya.

“Kami memenangkan pertandingan dan anak-anak ini adalah ancaman bagi setiap tim. Setiap lari mereka memberi kami ruang kosong. Jika mereka tidak mencetak gol pada satu hari, saya tidak punya masalah dengan itu,” tegasnya.

“Kami seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan sebelum berakhir tetapi tidak. Saya benar-benar senang dengan penampilannya, kurang dengan hasilnya,” tutupnya.