Ranieri Ikut Dukung Mourinho

Ranieri Ikut Dukung Mourinho

Ranieri Ikut Dukung Mourinho

Berita Bola, Jose Mourinho terus dihujani kritik terkait performa buruk Manchester United beberapa pekan terakhir. Memasuki Premier League 2018/19, MU baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan, hasil dari sekali menang dan dua kali kalah.

Penampilan buruk MU dinilai karena Mourinho yang tak becus menangani klub sebesar MU. Taktik defensif Mourinho kembali dianggap sebagai penyebab terpuruknya MU.

Meski demikian, ternyata tak semua pihak menyalahkan Mourinho. Tak sedikit pula yang mengarahkan kritik pada manajemen MU yang tak mau memberikan dukungan penuh pada Mourinho di bursa transfer.

Mereka yang memihak Mourinho menilai MU kesulitan menang karena manajemen tak mau mendatangkan pemain yang diminta Mourinho. Pemain MU yang sekarang dinilai tak cukup bagus.

Baca Juga : MU Dipermalukan Spurs, Mourinho Dibela Allardyce

Mantan pelatih Leicester City, Claudio Ranieri tak mau ketinggalan. Dia juga menyampaikan dukungan pada Mourinho. Baca pernyataan Ranieri di bawah ini:

Ranieri tak pernah meragukan kualitas Mourinho. Menurutnya, mantan pelatih Chelsea itu adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Mourinho adalah seorang petarung dan akan selalu seperti itu.

“Mourinho adalah seorang petarung, sebagaimana biasanya. Dari apa yang saya baca, dia tak bisa mendapatkan pemain yang dia butuhkan di musim panas ini,” kata Ranieri di¬†tribalfootball.

“Dia menjalani masa yang sulit. Akan tetapi bagi saya dia tetaplah pelatih hebat.”

Senada dengan Ranieri, pelatih kawakan lainnya. Sam Allardyce juga menyampaikan dukungan pada Mourinho. Menurut Allardyce, hasil negatif ini tak seharusnya ditimpakan pada Mourinho. Pasalnya ia sudah berusaha memberikan yang terbaik.
“Jadi, apakah itu hasil yang aneh? Ketika Anda memiliki 23 tembakan di tempat Anda sendiri dan Anda belum mencetak gol, itu bukan kesalahan manajer, tetapi pada akhirnya selalu manajer yang disalahkan,” ketusnya.

“Mourinho telah mengatur timnya untuk menyerang, mereka telah menciptakan peluang dan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan dengan nyaman, mereka gagal mengambil peluang itu dan mereka akhirnya dihajar tiba-tiba oleh pertahanan yang sangat jelek,” terang Allardyce