Dalam Dua Th., Jatah Inggris di Liga Champions Dapat Menyusut Satu

Dalam Dua Th., Jatah Inggris di Liga Champions Dapat Menyusut Satu

Dalam Dua Th., Jatah Inggris di Liga Champions Dapat Menyusut Satu

Agen Bola Tangkas, Jakarta – Inggris terancam hanya bakal dapat kirim tiga club saja ke Liga Champions mulai musim 2017/2018. Hasil jelek yang didapat klub-klub Premier League di pertandingan Eropa bikin koefisien mereka selalu menyusut.

Kekalahan Manchester City, Manchester United, serta Arsenal di matchday pertama Liga Champions jadi deskripsi prima daya saing klub-klub Premier League dalam satu tahun lebih paling akhir. Bila pada akhir dekade pertama th. 2000-an klub-klub Inggris sangatlah menguasai, jadi trennya telah beralih sekarang ini.

Keadaan yang mirip-mirip dapat didapati di Liga Europa. Southampton serta West Ham United kehilangan ticket ke Liga Europa sesudah terdepak bahkan juga saat sebelum fase group diawali.

Dalam tiga musim paling akhir, Inggris hanya mempunyai punya dua wakil di babak delapan besar Liga Champions serta hanya mempunyai satu semifinalis. Periode terburuk yaitu di 2013/2014 waktu tak satupun tim Inggris dapat mengambil langkah lebih jauh dari babak 16 besar.

Walau sebenarnya dalam kurun 2006/07 hingga 2008/09, tim-tim Inggris sangatlah menguasai di Eropa. Pada periode itu Premier League meletakkan sekurang-kurangnya tiga semifinalis. Sesaat dalam kurun 2004 hingga 2012, keseluruhan ada tujuh club Premier League jadi finlalis Liga Champions. Namun kondisinya telah beralih saat ini.

Bila pada th. 2012 Inggris ada di posisi paling atas rangkin koefisien UEFA, jadi sekarang ini mereka ada di poisisi tiga – di belakang Spanyol serta Jerman. Th. lantas Inggris turun dari urutan dua ke posisi tiga.

Guardian menyebutkan bila di musim 2017/2018 Inggris mungkin turun ke urutan empat koefisieen UEFA serta bakal bikin mereka tidak lagi mempunyai empat wakil ke Liga Champions. Itu bakal mencoreng muka Premier League yang mulai sejak 2001/2002 senantiasa meletakkan empat club di pertandingan itu.

Di musim lantas, poin koefisien yang didapat Italia semakin banyak di banding Inggris. Walau dimuka musim ini jumlah koefisien Inggris masih tetap semakin banyak 3. 095 poin di banding Italia, trend penurunan prestasi klub-klub Premier League dalam satu tahun lebih paling akhir dapat bikin mereka dikejar serta selanjutnya turun ke urutan empat. Bila klub-klub Inggris kembali loyo di Liga Champions serta Liga Europa sesaat club Serie A bisa hasil oke jadi pergantian posisi pada ke-2 negara itu sangatlah mungkin saja berlangsung.

Masalah Koefisien UEFA

Bagaimanakah UEFA mengkalkulasi koefisien untuk memastikan rangking negara-negara serta selanjutnya merubah pembagian jatah ticket Liga Champions?

Tiap-tiap anggota UEFA diranking berdasar pada koefisien dimana poinnya didapat dari performa klub-klubnya di Liga Champions serta Liga Europa dalam lima th. paling akhir. Negara di tiga posisi paling atas memiliki hak memperoleh empat ticket ke Liga Champions, sesaat negara penghuni posisi empat hingga enam memperoleh tiga jatah ke Liga Champions.

Nilai koefisien itu adalah hasil hitung yang didapat dengan memberikan poin yang didapat oleh klub-klub suatu negara serta dibagi dengan jumlah club negara berkaitan yang bertanding di Liga Champions serta Liga Europa. Umpamanya Inggris mempunyai empat club di Liga Champions serta empat club di Liga Europa jadi angka pembaginya yaitu delapan.

Angka itu lalu ditambakan dengan nilai yang didapat dari empat musim pada awal mulanya. Inilah yang bakal jadi permasalahan buat Inggris lantaran kesuksesan Manchester United masuk ke final Liga Champions di musim 2010/2011 akan tidak lagi masuk hitungan untuk pemilihan rangking koefisien th. depan.

Lantas bagaimanakah poin-poin itu dihitung?

Tiap-tiap tim yang bertanding di Liga Campions serta Liga Europa memperoleh dua poin untuk kemenangan, serta satu poin untuk hasil imbang. Sesaat untuk babak kualifikasi serta playoff, pemenang bisa satu poin serta imbang dihargai 0, 2 poin.

Baca Juga : Pekerja Keras, Benitez Dipercaya Akan Bikin Madrid Lebih Baik

Klub-klub yang maju ke babak 16 besar, perempatfinal, semi final atau final akan penambahan poin di semasing babak. Penambahan empat poin diberikan pada klub-klub yang maju ke fase group Liga Champions, penambahan empat poin juga diberikan pada club yang masuk 16 besar Liga Europa.

Spanyol jadi pengumpul poin paling banyak dalam satu tahun lebih paling akhir, terlebih sesudah Atletico Madrid serta Real Madrid maju ke final Liga Champions 2013/2014 serta Sevilla juga maju ke final Liga Europa di th. yang sama.