Komentar Mourinho masalah Upah Casillas buat Presiden Porto Berang

Komentar Mourinho masalah Upah Casillas buat Presiden Porto Berang

Komentar Mourinho masalah Upah Casillas buat Presiden Porto Berang

Agen Bola Tangkas, Lisbon – Bayaran yang di terima Iker Casillas di Porto membuat konflik. Sesudah masalah itu disinggung Jose Mourinho, Presiden Porto Jorge Nuno Pinto da Costa membalas dia dengan komentar pedas.

Casillas mengakhiri kian lebih dua dekade karirnya di Real Madrid sesudah terima pinangan Porto di musim panas ini. Di club Portugal itu, kapten tim nasional Spanyol itu terima bayaran bersih sebesar 3, 5 juta euro per musim.

Hal semacam ini mengundang komentar dari Mourinho, yang pernah tiga th. melatih Casillas waktu menukangi Real Madrid. Saat itu, pria yang saat ini menjabat juga sebagai manajer Chelsea itu menyampaikan, ” mereka berikan upah yang mengagumkan pada Casillas “, mengingat kondisi ekonomi Portugal yang tengah kurang bagus.

Bagaimanapun, Da Costa membela ketentuan klubnya merekrut Casillas. Terlebih, Porto memanglah tak mempunyai penjaga gawang top.

” Saya mau tahu apa yang club lain didunia ini bakal pilih : memiliki Fabiao serta Andres Fernandez, atau mempunyai Iker Casillas? ” kata Da Costa pada O Jogo yang ditulis Marca.

” Mourinho coba lakukan suatu hal pada Casillas, namun dia malah menembak kakinya sendiri saat lakukan hal semacam itu. Lagi juga, Porto bahkan juga tak membayar sepertiga upah Casillas. Real yang membayar bekasnya. ”

Baca Juga : Hadapi Wolfsburg, Die Roten Harus Perbaiki Semuanya

Komentar Mourinho itu lalu membuat reaksi di Spanyol. Media-media berolahraga setempat seperti Marca menghadirkan komentar itu halaman depan dengan kepala berita ” Obsessed with Casillas ” sedang AS menilainya Mourinho ” meneruskan kampanyenya melawan Iker “.

Bukanlah rahasia lagi bahwa jalinan Mourinho dengan Casillas tak akur di musim terakhirnya di Bernabeu. Mourinho bahkan juga merekrut Diego Lopez serta menggusur Casillas dari posisi penjaga gawang nomer satu El Real. Yang mana hal semacam itu dipercaya ikut berperan atas robohnya masa ‘Saint Iker’ di club.