Penebusan serta Jawaban Luis Enrique di Barcelona

Penebusan serta Jawaban Luis Enrique di Barcelona

Penebusan serta Jawaban Luis Enrique di Barcelona

Madrid – Saat Luis Enrique pertama kali mengatasi suatu tim senior, dia menjumpai kegagalan. Sesudahnya, dia melakukan perbaikan sendiri jalannya hingga pada akhirnya lakukan penebusan serta menjawab kritik berbarengan Barcelona.

Enrique tak mempunyai latar belakang apa-apa saat dia ditunjuk jadi pelatih AS Roma pada awal musim 2011/2012. Yang tercantum di CV-nya yaitu –selain mempunyai karir yang manis juga sebagai pemain Real Madrid serta Barcelona– pernah mengatasi tim Barcelona B yang disebut tim reserve untuk El Barca –meski turut berkompetisi di Segunda Division.

Ketentuan Roma menunjuk Enrique sendiri dilandasi argumen yang menarik. Mereka ketahui bahwa Enrique belum memiliki pengalaman jadi pelatih, namun mereka tertarik dengan filosofi khas Barca yang tertanam didalam diri Enrique. Beberapa pejabat Roma mau club mereka bermain dengan filosofi khas Barcelona.

Berhasilkah filosofi itu diaplikasikan pada I Lupi? Well, bila lihat diakhir musim Roma tidak berhasil melaju ke pertandingan Eropa, serta cuma dapat finis di urutan ketujuh Serie A, Enrique jauh dari kata sukses. Tetapi, mengaplikasikan suatu filosofi serta jati diri baru pada suatu tim memanglah tak dapat dikerjakan dalam semalam.

Roma-nya Enrique bermain dengan formasi 4-3-3, sama dengan Barcelona musim ini. Roma-nya Enrique juga memercayakan possession, pressing, dua orang penyerang yang menusuk dari segi sayap, plus ball-playing defender di lini belakang.

Di lini depan, Enrique memercayakan Dani Osvaldo, Francesco Totti, serta Erik Lamela saat itu. Di belakang ada Simon Kjaer yang dapat diserahi pekerjaan jadi ball-playing defender itu (di Barca dia mempunyai Gerard Pique yang dapat mengerjakannya serta bukanlah kebetulan juga Kjaer serta Pique dipuji juga sebagai ball-playing defender yang apik pada Piala Dunia 2010). Sesaat, untuk role yang umum dipegang oleh Sergio Busquets, Roma mempunyai Daniele De Rossi.

Semuanya terlihat ada buat Enrique. Tetapi, mengaplikasikan serta menerapkannya jadi taktik yang prima tidaklah gampang. Roma memanglah dapat lakukan pressing, serta Kjaer juga sekian kali dapat memerankan tugasnya dengan baik, namun gerakan tanpa ada bola plus penetrasi Roma demikian minim.

Dalam catatan Zonal Marking, Roma bisa mempunyai penguasaan bola paling tinggi ketiga di Serie A saat itu, namun cuma tempati urutan kedelapan dalam soal shot on tujuan per pertandingan.

Lihat catatan ini, Enrique bisa bersukur dia berjodoh kembali dengan Barca. Di Barca, dia tak perlu lagi menanamkan filosofi serta jati diri lantaran seluruhnya telah ada dengan sendirinya disana. Dia cuma butuh menyempurnakan apa yang telah ada pada awal mulanya.

Tidak sama dengan Barca di masa Pep Guardiola, Barca-nya Enrique dinilai lebih lengkap. Mereka bukan sekedar memercayakan possession football semata. Barca-nya Enrique dinilai lebih agresif serta lebih ahli dalam lakukan serangan balik.

Diluar itu, hadirnya trio Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar di lini depan tak bikin Enrique pusing masalah penetrasi. Ketiganya di dukung oleh Andres Iniesta, Ivan Rakitic, serta Busquets di lini tengah.

Hadirnya Rakitic, yang mungkin saja adalah pembelian paling baik Barca musim ini, bikin Enrique lebih gampang mengaplikasikan kebijakan perputaran di lini tengah. Gelandang asal Kroasia itu bikin Barca jadi tak terlampau tergantung pada Xavi Hernandez juga sebagai ball-playing midfielder.

Enrique cuma bertahan semusim di Roma, beristirahat semusim, lantas mengatasi Celta Vigo pada musim 2013/2014. Performa Celta di tangannya-lah yang lalu bikin Barca mengambil keputusan untuk memulangkannya.

Enrique yaitu hanya satu pemain yang geser dengan cara segera dari Madrid ke Barca dalam 41 th. paling akhir. Sesaat, dari Barca ke Madrid, malah jadi terdapat banyak : Michael Laudrup, Luis Figo dan lain-lain. Di Barca, dia jadi temukan hidup sebenarnya. Walau, pada pertengahan musim ini, dia pernah dikritik karena performa yang alami penurunan serta digoyang karena isu ketidakharmonisannya dengan Messi.

Saat pada akhirnya Barca berhasil meyakinkan diri jadi juara La Liga 2014/2015, melalui gol tunggal Messi ke gawang Atletico Madrid, bolehlah Enrique bertepuk bangga.

” Dia telah lakukan pekerjaan yang luar umum juga sebagai pelatih. Anda dapat lihat bahwa tim kami masih tetap fresh hingga hari ini, ” kata presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, di website resmi club.